Terbatasnya jumlah database pada suatu paket hosting bisa menjadi penghambat saat ingin memiliki banyak website WordPress dalam satu hosting yang sama.
Misalnya kita membeli paket hosting dari penyedia X dengan satu database MySQL:
| Fitur | Kapasitas |
|---|---|
| Storage | 1 GB |
| RAM | 512 MB |
| Database MySQL | 1 |
| Bandwidth | Unlimited |
Dengan kondisi tersebut, kita tetap bisa membuat dua website WordPress satu di domain utama, satunya di subdomain dalam satu database yang sama.
Apakah bisa satu database digunakan untuk dua WordPress?
Bisa! Caranya dengan memanfaatkan “prefix table database”. Jadi kita menggunakan satu database yang sama namun dengan prefix table yang berbeda.
Untuk melakukannya kita bisa menggunakan dua cara saat meng-install WordPress.
Cara pertama melalui Softaculous installer dan cara kedua pada saat install WordPress secara manual melalui upload file WordPress pada cPanel.
Pada penjelasan berikut, kita asumsikan bahwa kita sudah meng-install WordPress pada domain utama (website pertama) dengan nama database wp dan table prefix wp_. Kemudian kita akan meng-install WordPress pada subdomain (website kedua).
1. Install WordPress melalui Softaculous
Saat kita meng-install WordPress (website kedua) melalui Softaculous, pada proses konfigurasi awal akan ada opsi Advanced Options. Pilih opsi tersebut.
Pada advanced options akan ada pilihan Database Name dan Table Prefix.
Nah, pada database name kita samakan dengan nama database pada website WordPress yang pertama yaitu wp.
Sedangkan pada table prefix kita harus membuat yang berbeda dengan table prefix pada website WordPress yang pertama.

Setelah berhasil ter-install maka website kedua sudah dapat diakses dan pada database phpMyAdmin akan tampil seperti ini

Tabel dengan prefix wp_ adalah tabel untuk website utama dan tabel dengan prefix shop_ adalah untuk website kedua (subdomain).
2. Install WordPress secara manual
Untuk meng-install WordPress secara manual, pertama kita download dulu file installer-nya lalu upload ke subdomain. Untuk meng-installnya kita buka URL subdomain tersebut.
Silakan ikuti panduannya hingga tahap pengaturan database.
Pada tahap ini, isi nama database sama dengan pada website WordPress yang pertama yaitu wp.
Dan pada table prefix silakan isi dengan table prefix yang berbeda, misalnya shop_.

Setelah itu silakan lanjutkan konfigurasi-nya hingga selesai.
Jika sudah selesai maka database di phpMyAdmin akan tampil seperti ini:

Dengan kedua cara di atas kita bisa membuat banyak website WordPress menggunakan satu database dengan memanfaatkan tabel prefix yang berbeda.




