MasRud

Apakah Website Anda Perlu Memasang Halaman AMP?

19 May 2017

Tulisan ini merupakan pendapat saya pribadi seputar perlu tidaknya mengaplikasikan AMP pada website. Apa yang disajikan dalam tulisan ini bersifat subjektif.

Harapan saya semoga tulisan ini dapat menjadi referensi bagi pembaca yang ingin mengaplikasikan/memasang halaman AMP pada website. Selamat membaca....

Apa itu AMP?

AMP kependekan dari Accelerated Mobile Pages atau laman seluler yang dipercepat. AMP adalah proyek open source yang merupakan hasil diskusi antara perusahaan teknologi dan penerbit untuk menciptakan ekosistem konten seluler yang lebih baik. Proyek ini diperkenalkan pada bulan Oktober 2015 dan dipimpin langsung oleh Google.

Tujuan dibuatnya proyek AMP ini adalah untuk membuat halaman web (untuk seluler) yang mampu dimuat secara instan. Karena faktanya saat ini masih banyak halaman web yang membutuhkan waktu lama agar halaman dapat ditampilkan secara penuh.

Saat ini mayoritas pemilik website sudah menjadikan websitenya responsif sehingga pengunjung merasa nyaman ketika mengunjungi suatu website menggunakan perangkat seluler. Akan tetapi untuk masalah kecepatan website pada perangkat seluler belum teratasi.

Koneksi internet pada perangkat desktop lebih cepat dibandingkan dengan perangkat seluler. Sehingga waktu loading suatu website pada perangkat desktop berbeda dengan perangkat seluler.

Dan perlu diketahui, mayoritas pengunjung akan meninggalkan website jika loadingnya lebih dari 5 detik.

Website berat + dibuka dengan HP + jaringan 2G/EDGE = KELAR HIDUP LOO.....

Nah, dengan mengaplikasilan/memasang halaman AMP pada website akan mengatasi masalah kecepatan website ketika dibuka dengan perangkat seluler.

Keuntungan menggunakan AMP

Setelah menerapkan AMP pada website, kita akan mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain:

  1. Loading website menjadi lebih cepat ketika diakses menggunakan perangkat seluler, meskipun dengan koneksi yang lambat. Hal ini karena tampilan website menjadi lebih sederhana dan minimalis namun tetap responsif dan nyaman untuk pengunjung.
  2. Menghemat penggunaan data dan bandwidth karena komponen website menjadi lebih sedikit dan halaman yang dimuat hanya yang dilihat oleh pengunjung saja.
  3. Setelah menerapkan AMP, website akan berkesempatan menduduki peringkat yang lebih baik dan ditampilkan pada urutan teratas pada halaman hasil pencarian (Top Stories/Berita Utama seperti pada website berita).
  4. AMP menggunakan cache dari Google sehingga website dilayani langsung dari server Google sehingga server website kita tidak terbebani.

Kekurangan menggunakan AMP

Meskipun AMP memiliki manfaat yang bagus untuk sebuah website, namun AMP juga memiliki kekurangan, antara lain:

  1. Theme/template tidak akan menampilkan halaman aslinya. Kita yang sudah membeli theme premium tidak dapat menikmati tampilan asli theme ketika membuka website melalui perangkat seluler.
  2. Pemasangan AMP yang cukup sulit di beberapa situs, seperti blogspot, kecuali dengan menggunakan theme yang sudah valid AMP.
  3. Navigasi website seperti menu, related post, popular post dan lain sebagainya tidak akan tampil, kecuali pada theme yang sudah dimodifikasi dan valid AMP.
  4. Pembatasan pada beberapa elemen penyusun website, contohnya tidak diperbolehkannya penggunaan JavaScript kecuali yang telah disediakan oleh AMP.

Selain beberapa kekurangan di atas, masih ada yang lainnya namun menurut saya itu yang paling utama.

Haruskan menerapkan/memasang AMP?

Apakah website perlu menerapakan AMP atau tidak itu tergantung Anda, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan apakah AMP baik untuk website Anda.

Tipe website yang paling cocok untuk menerapkan AMP adalah website berita.

Website yang utamanya menyajikan konten berupa artikel ini akan mendapatkan banyak manfaat ketika menerapkan AMP. Salah satunya yaitu konten artikel bisa tampil di Top Stories/Berita Utama berupa carousel pada halaman hasil pencarian perangkat seluler. Contohnya seperti pada gambar di atas.

Website tipe blog juga cocok untuk menerapkan AMP karena hampir sama dengan situs berita.

Jika website kita tidak bertipe website berita/blog sebaiknya tidak menerapkan AMP. Alasannya karena pembatasan yang diberikan, contohnya seperti tidak diperbolehkannya penggunaan JavaScript kecuali yang telah disediakan oleh AMP.

Meskipun ketika kita mencoba untuk menambahkan kode JavaScript sendiri website akan tetap berjalan normal, akan tetapi tidak valid AMP sehingga percuma.

Cara menerapkan/menambahkan halaman AMP

Bagi pengguna WordPress (selfhosted) caranya sangat mudah cukup menginstall plugin AMP. Website kita akan menjadi valid AMP secara otomatis dengan tampilan yang sederhana.

Bagi pemilik website yang tidak menggunakan platform WordPress, caranya dengan menggunakan template yang sudah dimodifikasi dan valid AMP.

Penutup

Mau menerapkan AMP atau tidak itu ada ditangan Anda, namun jika website Anda bertipe website berita/blog sebaikya ubahlah menjadi AMP.

Dengan menerapkan AMP jumlah pengunjung akan meningkat, seperti yang disampaikan oleh beberapa website terkenal dalam case study AMP. Silakan simak penjelasannya disini.

Blog yang sedang Anda baca ini juga sudah menerapkan AMP. Website yang sudah menerapkan AMP akan menampilkan gambar petir pada halaman hasil pencarian di perangkat seluler.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai AMP, silakan kunjungi website resminya di https://www.ampproject.org/

Kategori: Blogging

Tanyakan Sesuatu